Our social:

Latest Post

Minggu, 28 Juni 2015

Membuat operasi login, logout dan register pada yii

Operasi yang akan kita kerjakan adalah yang berkaitan dengan database. Silahkan lihat tutor sebelumnya jika anda belum memahami teknik menghubungkan database pada yii disini. Okeh, pertama-tama mari kita buat buat dua buah table di database, yaitu table “user” dan table “level” yang isinya sebagai berikut:
CREATE TABLE IF NOT EXISTS `tbl_level_admin` (
`id_level` int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT,
`level` varchar(20) NOT NULL,
PRIMARY KEY (`id_level`)
) ENGINE=InnoDB DEFAULT CHARSET=latin1 AUTO_INCREMENT=4 ;
INSERT INTO `tbl_level_admin` (`id_level`, `level`) VALUES
(1, ‘Super Admin’),
(2, ‘Admin’),
(3, ‘Customer’);
CREATE TABLE IF NOT EXISTS `tbl_user_admin` (
`id_user` int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT,
`username` varchar(30) NOT NULL,
`password` varchar(50) NOT NULL,
`enkrip` varchar(50) NOT NULL,
`email` varchar(30) NOT NULL,
`inisial` varchar(10) DEFAULT NULL,
`deskripsi` text,
`id_level` int(11) NOT NULL,
PRIMARY KEY (`id_user`),
KEY `id_level` (`id_level`)
) ENGINE=InnoDB DEFAULT CHARSET=latin1 AUTO_INCREMENT=4 ;
ALTER TABLE `tbl_user_admin`
ADD CONSTRAINT `tbl_user_admin_ibfk_1` FOREIGN KEY (`id_level`) REFERENCES `tbl_level_admin` (`id_level`);
Setelah itu buatlah operasi CRUD untuk tabel “tbl_user_admin” dengan menggunakan gii seperti pada tutor sebelumnya. Setelah selesai, mari kita hubungkan form login yang sudah ada pada aplikasi web bawaan yii dengan database kita. Berikut caranya:
Pertamax, buka file pada folder: protected/components/UserIdentity.php.
Ganti code pada function authenticate menjadi code dibawah ini:
public function authenticate()
{
$user=UserAdmin::model()->find(‘LOWER(username)=?’,array(strtolower($this->username)));
if($user===null)
$this->errorCode=self::ERROR_USERNAME_INVALID;
else if(!$user->validatePassword($this->password))
$this->errorCode=self::ERROR_PASSWORD_INVALID;
else
{
$this->_id=$user->id_user;
$this->username=$user->username;
$this->errorCode=self::ERROR_NONE;
}
return $this->errorCode==self::ERROR_NONE;
}
Selesai, sekarang form login anda sudah terhubung dengan database “tbl_user_admin” kita tadi…
Kalo ada login tentu ada juga form register. Nah, sekarang mari kita buat form register kita. Sebelumnya kita tentukan dulu bahwa di form register nanti akan ada validasi sbb:
-ada captcha dan isian pada captcha harus sesuai dengan yang ada di gambar
-validasi pada inputan email
-ada validasi password1 dan password2 untuk memastikan bahwa user tidak salah mengetik password
-username, password, email, captcha tidak boleh kosong
-memberi panjang minimal dan maksimal pada beberapa inputan
Okeh, stelah selesai menentukan batasannya, mari kita mulai…. Berikut caranya:
Buka file pada protected/controllers/UserAdminControllers.php.
Karena kita mau menambahkan captcha pada controllers, mari kita tambahkan captcha seperti pada penjelasan yang ada disini, yaitu dengan menambahkan code berikut pada “UserAdminControllers”:
public function actions()
{
return array(
// captcha action renders the CAPTCHA image displayed on the contact page
‘captcha’=>array(
‘class’=>’CCaptchaAction’,
‘backColor’=>0xFFFFFF,
),
// page action renders “static” pages stored under ‘protected/views/site/pages’
// They can be accessed via: index.php?r=site/page&view=FileName
‘page’=>array(
‘class’=>’CViewAction’,
),
);
}
Agar captcha diizinkan untuk diakses user yang akan register(belum login) maka kita berikan akses dengan merubah method accessRules() menjadi seperti berikut:
return array(
array(‘allow’, // allow all users to perform ‘index’ and ‘view’ actions
‘actions’=>array(‘create’,’captcha’),
‘users’=>array(‘*’),
),
array
Selesai sudah kita otak-atik controllers ny, sekarang saatnya kita otak-atik modelnya dengan cara:
Buka protected/models/UserAdmin.php
Ubah isinya sehingga menjadi seperti berikut:
class UserAdmin extends CActiveRecord
{
public $password2;
public $verifyCode;
public static function model($className=__CLASS__)
{
return parent::model($className);
}
public function tableName()
{
return ‘tbl_user_admin';
}
public function rules()
{
return array(
array(‘username, password, email,verifyCode’, ‘required’),
array(‘verifyCode’, ‘captcha’, ‘allowEmpty’=>!extension_loaded(‘gd’)),
array(‘id_level’, ‘numerical’, ‘integerOnly’=>true),
array(‘username, email’, ‘length’, ‘max’=>30),
array(‘username’, ‘filter’, ‘filter’=>’strtolower’),
array(‘username’,’unique’),
array(‘password, enkrip’, ‘length’, ‘max’=>50,’min’=>5),
array(‘password2′, ‘length’, ‘max’=>50, ‘min’=>5),
array(‘password’, ‘compare’,’compareAttribute’=>’password2′),
array(‘inisial’, ‘length’, ‘max’=>10),
array(’email’,’email’,’checkMX’=>true),
array(‘deskripsi’, ‘safe’),
// The following rule is used by search().
// Please remove those attributes that should not be searched.
array(‘id_user, username, email, inisial, deskripsi, id_level’, ‘safe’, ‘on’=>’search’),
);
}
public function relations()
{
return array(
‘idLevel’ => array(self::BELONGS_TO, ‘LevelAdmin’, ‘id_level’),
);
}
public function attributeLabels()
{
return array(
‘id_user’ => ‘Id User’,
‘username’ => ‘Username’,
‘password’ => ‘Password’,
’email’ => ‘Email’,
‘inisial’ => ‘Inisial’,
‘deskripsi’ => ‘Deskripsi’,
);
}
public function search()
{
// Warning: Please modify the following code to remove attributes that
// should not be searched.
$criteria=new CDbCriteria;
$criteria->compare(‘id_user’,$this->id_user);
$criteria->compare(‘username’,$this->username,true);
$criteria->compare(‘password’,$this->password,true);
$criteria->compare(‘enkrip’,$this->enkrip,true);
$criteria->compare(’email’,$this->email,true);
$criteria->compare(‘inisial’,$this->inisial,true);
$criteria->compare(‘deskripsi’,$this->deskripsi,true);
$criteria->compare(‘id_level’,$this->id_level);
return new CActiveDataProvider(get_class($this), array(
‘criteria’=>$criteria,
));
}
public function validatePassword($password)
{
return $this->hashPassword($password,$this->enkrip)===$this->password;
}
public function hashPassword($password,$salt)
{
return md5($salt.$password);
}
public function beforeSave()
{
$isinya=$this->generateSalt();
$dua=$this->password;
$this->enkrip=$isinya;
$this->password=$this->hashPassword($dua,$isinya);
$this->id_level=3;
return true;
}
protected function generateSalt()
{
return uniqid(”,true);
}
}
public $password2;
public $verifyCode;
dua baris di atas untuk menampung variabel password2(password konfirmasi) dan verifyCode(captcha).
public function rules() ===> mendefinisikan batasan/validasi dari variabel yang ada.
public function attributeLabels()===> mengeset label yang ada pada masing-masing variabel
public function validatePassword($password)===>mengecek apakah password sudah benar ato belum
public function hashPassword($password,$salt)===>mengenkripsi password sesuai dengan code yang diberikan
public function beforeSave()===>perintah ini dijalankan sebelum dilakukan penyimpanan
protected function generateSalt()===>menggenerate otomatis code enkripsi password.
Setelah kita otak-atik models ny, mari kita otak-atik views nya dengan cara:
Buka file pada protected/views/userAdmin/_form.php. Ubah code ny hingga menjadi seperti berikut:

Setelah mengubah code _form.php menjadi seperti gambar di atas, sekarang berikan link pada form login agar user dapat mengakses form register. Buka protected/views/site/login.php
Lalu tambahkan code berikut:
Belum punya akun,

Setelah itu, buka aplikasi anda pada browser anda. Klik menu login, dan akan ada link yang akan mengarahkan anda pada menu register, klik menu register tersebut. Maka akan keluar tampilan seperti berikut:
Silahkan coba jalankan dan lihat hasilnya…
Selamat mencoba…
Saya bukanlah seorang master, hanya seorang pelajar yg mencoba sharing isi kepalanya..
Jika ada kesalahan dari yg saya buat, mohon koreksi…
Semoga membantu…
sumber

Rabu, 10 Juni 2015

silent install ms office 2013

To specify silent installation options in Config.xml
  1. Open the Config.xml file for the Office product (such as Office Professional Plus 2013) that you are installing by using a text editor tool such as Notepad.
  2. Locate the line that contains the Display element, as shown in the following example:

  3. Modify the Display element entry with the silent options that you want to use. Make sure that you remove the comment delimiters, "." For example, use the following syntax:

    These options will direct Setup to run silently, prevent the prompting of users to enter information, and prevent the installation from waiting for user interactions. For more information about the syntax and Config.xml, see Display element in Config.xml file reference for Office 2013.
  4. To suppress restarts, add the following lines:


  5. To add a MAK key, use the PIDKEY element to enter the 25 character volume license key. Add the following line to the Config.xml file:

    AAAAABBBBBCCCCCDDDDDEEEEE represents the product key. Use your organization's specific MAK product key for Office 2013.
  6. To set the automatic activation option, add the following line to the Config.xml file:

    Not setting AUTO_ACTIVATE is the same as setting AUTO_ACTIVATE to a value of 0. The result is that product activation does not occur during Office 2013 deployment.
  7. Save the Config.xml file.

    sumber

Minggu, 07 Juni 2015

Cara Install YII Framework di Windows XP/7

Teman – teman pasti tau YII Framework yang mempunyai kepanjangan Yes It Is. YII framework bisa digunakan untuk membangun aplikasi web seperti e-commerce, cms , forum dll. Nah, disini saya mau share tentang cara instal YII Framework di OS  Windows 7/XP karena caranya sama. Kalau kalian ada yang pernah instal Framework Codeigniter, cara instal Codeigniter dengan YII berbeda. Berikut caranya
1. Download file YII nya terlebih dahulu di situs resmi Yii framework . Saya menggunakan versi 1.1.12.
 2. Lalu setelah download selesai. Maka ekstrak folder YII ke dalam htdocs pada xampp kalian.
3. Lalu buka command prompt kalian dan ketikkan cd c:\xampp\php untuk masuk ke dalam direktori xampp dan php, lalu tekan enter. Seperti gambar ini.

4. Lalu  untuk membuat kerangka aplikasi YII, saya ketikkan php.exe C:\xampp\htdocs\yii\framework\yiic webapp C:\xampp\htdocs\testyii. Perintah ini bertujuan untuk membuat folder bernama testyii ke dalam root directory c:\xampp\htdocs\ yang berdasarkan aturan yang telah dibuat oleh YII, yaitu YII telah saya copy paste ke dalam C:\xampp\htdocs\yii. Lalu setelah tekan enter maka akan muncul pertanyaan dan ketik “yes” dan tekan enter.

5. Lalu akan muncul proses instalasi seperti gambar di bawah ini. Tunggu sampai selesai.

6. Selamat YII telah terinstall dan untuk mengetahui apakah YII telah terinstal dengan baik. Buka xampp,aktifkan apache dan mysql. Lalu buka browser dan ketikkan localhost/testyii/.
 
Selamat Mencoba!

sumber

ganti template yii

tambahkan kode ini
     //Theme
    'theme'=>'abound' ,//"abound"--> nama folder theme

di bawah

'name'=>'My Web Application',

[Tutorial Yii] Cara Mengaktifkan Gii pada Yii Framework

yii Gii merupakan salah satu fitur Yii framework untuk membuat model, class dan controller dari tabel-tabel yang ada pada database. Berikut ini adalah langkah-langkah untuk mengaktifkan Gii pada Yii Framework (versi yii yang digunakan pada saat penulisan adalah yii 1.1.13) :
  1. Buka C:\xampp\htdocs\aplikasiku\protected\config\main.php lalu cari kode ini dan uncomment:
    'modules'=>array(
    // uncomment the following to enable the Gii tool
    /*
    'gii'=>array(
    'class'=>'system.gii.GiiModule',
    'password'=>'Enter Your Password Here',
    // If removed, Gii defaults to localhost only. Edit carefully to taste.
    'ipFilters'=>array('127.0.0.1','::1'),
    ),
    */
    
    'gii'=>array(
    'class'=>'system.gii.GiiModule',
    'password'=>'passwordku',
    ),
    ),
  2. Ubah kodenya menjadi :
    'modules'=>array(
    'gii'=>array(
    'class'=>'system.gii.GiiModule',
    'password'=>'passwordku',
    'ipFilters'=>array('127.0.0.1','::1'),
    ),
    ),
  3. Kemudian scroll dan cari kode koneksi database seperti ini lalu uncomment :
    // uncomment the following to use a MySQL database
      /*
      'db'=>array(
      'connectionString' => 'mysql:host=localhost;dbname=testdrive',
      'emulatePrepare' => true,
      'username' => 'root',
      'password' => '',
      'charset' => 'utf8',
      ),
      */
  4. Ubah menjadi :
    'db'=>array(
    'connectionString' => 'mysql:host=localhost;dbname=aplkasiyii',
    'emulatePrepare' => true,
    'username' => 'root',
    'password' => '',
    'charset' => 'utf8',
    ),
  5. Buka browser lalu ketik http://localhost/aplikasiyii/index.php?r=gii dan masukkan password yaitu ” passwordku “. Disini kita hanya menggunakan Model Generator dan Crud Generator untuk membuat model dan crud database.
  6. Untuk mempermudah pengaksesan dapat, link ke Gii dapat ditambahkan pada \protected\views\layouts\main.php :
    
    
Tampilan Awal Gii Masukkan Password
masukkan password
Halaman Depan Gii Setelah Login
tampilan gii
sumber : http://ronnydawn.wordpress.com/2012/01/28/mengaktifkan-mempermudah-akses-gii-pada-yii-framework/

[EDIT : 20 Juli 2013]

Kita juga dapat masuk ke gii tanpa memasukkan password, caranya adalah dengan mengubah bagian password menjadi false.
'gii'=>array(
'class'=>'system.gii.GiiModule',
'password'=> false,
),
),
 
sumber 

Pengaturan halaman home pada user sebelum dan sesudah login pada yii framework

Pada beberapa kasus kadang aplikasi yang kita buat mengharuskan user login terlebih dahulu sebelum user bisa masuk ke dalam aplikasi tersebut. Maka dari itu kita harus melakukan pengaturan seperti berikut :
  • Jika user belum melakukan login, maka dia akan langsung disuguhkan halaman login saat memasuki web aplikasi tersebut.
  • Jika user sudah melakukan login, maka dia akan langsung disuguhkan halaman home.
Baik mari kita modifikasi aplikasi kita….
Pertama-tama silahkan buka controller yang menghandle halaman “login” dan “home” yaitu di “protected/controllers/SiteController.php”. Setelah itu tambahkan kode berikut di atas   “public function actions()”
 /**
  * @return array action filters
  */
 public function filters()
 {
  return array(
   'accessControl',
  );
 }

 /**
  * Specifies the access control rules.
  * This method is used by the 'accessControl' filter.
  * @return array access control rules
  */
 public function accessRules()
 {
  return array(
   array('allow',
    'actions'=>array('error','contact','login','captcha'),
    'users'=>array('*'),
   ),
   array('allow',
    'actions'=>array('index','logout','update'),
    'users'=>array('@'),
   ),
   array('deny',  // deny all users
    'users'=>array('*'),
   ),
  );
 }
Selesai… Berikut  penjelasannya:
Mungkin anda terkejut melihat betapa singkatnya code yang kita tambahkan, sebagian dari anda juga mungkin berpikir bahwa kita akan mengotak-atik bagian views/model. Yah, dalam penjelasan di atas, kita hanya perlu melakukan manipulasi di kode controller. Kita cukup memberi hak akses pada masing-masing halaman yang akan di akses. Jadi kita cukup memberikan access rule pada halaman home dimana kita hanya mengizinkan halaman home hanya bisa di akses oleh user yang telah melakukan login. Jika user belum login, maka secara otomatis user akan dilempar ke halaman login…
Yak, selamat mencoba :D ….
Semoga membantu….

Minggu, 24 Agustus 2014

Cara Mudah Membuat Windows XP USB Flashdisk

USB flashdisk saat ini banyak dipakai sebagai pengganti cd/dvd atau media simpan lainnya karena gampang dibawa dan mudah digunakan. Apalagi harganya yang terjangkau, membuat flashdisk banyak digunakan untuk keperluan menyimpan data dan file. Bahkan USB flashdisk tidak hanya difungsikan sebagai media simpan file,  sekarang flashdisk mulai banyak digunakan untuk install windows dan linux melalui flashdisk. Artinya untuk menginstall windows xp/vista atau windows7 tidak harus memakai cd/dvd windows tapi cukup dengan flashdisk bootable yang berisi file-file installasi windows. Untuk membuat flashdisk windows xp yang bootable tidak bisa dengan kopi paste isi cd windows lalu dimasukkan kedalam flashdisk, tetapi membutuhkan software khusus seperti Flashboot yang akan membuat USBflashdisc menjadi bootable sekaligus mengkopikan file installasi windows keadalam flashdisk. Saya contohkan disini adalah cara membuat windows xp usb dengan memakai flashdisk 1 gb, Sebelumnya siapkan dulu software berikut ini:
Bila kedua software sudah didownload, lanjutkan langkah-langkah dibawah ini:
  1. Siapkan cd installasi windows xp, atau file iso-nya jika belum punya file image(iso) silahkan lihat artikel membuat iso file dari cd/dvd windows xp.
  2. Masukkan/ Tancapkan flashdisk ke komputer, ingat !! sebelumnya backup data penting didalam flashdisk, lalu jalankan program HPUSBDisk.exe untuk memformat flashdisc. Lalu formatlah flashdisk dengan software HPUSBDisk.exe. Pilih file system FAT32 untuk format flashdisk.
  3. Jalankan Flashboot 2.0b portable.exe.
  4. Setelah program terbuka, klik “Next
  5. Muncul pilihan FlashBoot Main Menu, lalu klik menu CD -> USBFlashBoot Main Menu
  6. Kemudian pilih drive cd/dvroom yang sudah berisi Windows XP CD, atau pilih opsi “Image file” Jika ingin mengambil dari file iso yang sudah dibuat dengan program iso maker lalu klik Next. Pilih sumber file
  7. Setelah itu keluar pilihan skenario, pilih Convert Windows XP/2000 Installation CD lalu klik Next lagi.Convert Windos XP/2000 Installation CD
  8. Kemudian pilih drive Flashdisk, Selanjutnya klik Next lagi.
  9. Masukkan pada Volume label terserah, dan file system pilih FAT32, klik Next.Volume label
  10. Lalu klik tombol “Format Now” untuk memulai proses pembuatan Windows XP Flashdisk.
  11. Tunggu proses format dan copy file Windows sampai selesai, sampai muncul Complete successfully.Click OK to exit.
    sumber

Rabu, 25 Juni 2014

Subquery Syntax

Dimulai dengan MySQL 4.1, semua bentuk subquery dan operasi yang standar SQL membutuhkan didukung, serta beberapa fitur yang MySQL-spesifik.
Berikut adalah contoh dari subquery:
 SELECT * FROM t1 MANA column1 = (SELECT column1 FROM t2);
Dalam contoh ini, SELECT * FROM t1 ... adalah permintaan luar (atau pernyataan luar), dan (SELECT column1 FROM t2) adalah subquery. Kita mengatakan bahwa subquery bersarang dalam permintaan luar, dan pada kenyataannya adalah mungkin untuk subqueries sarang dalam subqueries lain, dengan kedalaman yang cukup. Sebuah subquery harus selalu muncul dalam tanda kurung.
Keuntungan utama dari subqueries adalah:
  • Mereka memungkinkan query yang terstruktur sehingga dimungkinkan untuk mengisolasi setiap bagian dari sebuah pernyataan.
  • Mereka menyediakan cara alternatif untuk melakukan operasi yang tidak akan membutuhkan kompleks bergabung dan serikat pekerja.
  • Banyak orang menemukan subqueries lebih mudah dibaca daripada kompleks bergabung atau serikat pekerja. Memang, itu adalah inovasi subqueries yang memberi orang gagasan asli memanggil SQL awal "Structured Query Language."
Berikut ini adalah pernyataan contoh yang menunjukkan poin utama tentang sintaks subquery seperti yang ditetapkan oleh standar SQL dan didukung di MySQL:
 
DELETE FROM t1
WHERE s11 > ANY
 (SELECT COUNT(*) /* no hint */ FROM t2
  WHERE NOT EXISTS
   (SELECT * FROM t3
    WHERE ROW(5*t2.s1,77)=
     (SELECT 50,11*s1 FROM t4 UNION SELECT 50,77 FROM
      (SELECT * FROM t5) AS t5)));
 
Sebuah subquery dapat kembali skalar (nilai tunggal), satu baris, satu kolom, atau meja (satu atau lebih baris dari satu atau lebih kolom). Ini disebut subqueries skalar, kolom, baris, dan meja. Subqueries yang kembali jenis tertentu hasil sering dapat digunakan hanya dalam konteks tertentu, seperti yang dijelaskan dalam bagian berikut.
Ada beberapa pembatasan pada jenis laporan yang subqueries dapat digunakan. Sebuah subquery dapat berisi banyak kata kunci atau klausul bahwa biasa SELECT dapat berisi: DISTINCT , GROUP BY , ORDER BY , LIMIT , bergabung, petunjuk indeks, UNION konstruksi, komentar, fungsi, dan sebagainya.
Pernyataan luar A subquery bisa menjadi salah satu dari: SELECT , INSERT , UPDATE , DELETE , SET , atau DO .
Di MySQL, Anda tidak dapat mengubah meja dan pilih dari tabel yang sama dalam suatu subquery. Hal ini berlaku untuk pernyataan seperti DELETE , INSERT , REPLACE , UPDATE , dan (karena subqueries dapat digunakan dalam SET klausul) LOAD DATA INFILE .
Untuk informasi tentang bagaimana optimizer menangani subqueries, lihat Bagian 8.3.1.14, "Mengoptimalkan Subqueries dengan EXISTS Strategy " . Untuk diskusi tentang pembatasan penggunaan subquery, termasuk masalah kinerja untuk bentuk-bentuk tertentu dari sintaks subquery, lihat Bagian D.3, "Pembatasan Subqueries" .

sumber 

Install Windows melalui jaringan LAN


 Disini saya akan coba membahas bagaimana cara untuk menginstall Sistem Oprasi WindowsXp/7/8 menggunakan perangkat jaringan (LAN) tentunya cara ini sangant epektif karena dengan cara ini kita bisa menghemat cd/dvd dan juga untuk menginstall melalui flashdisk juga sebenarnya sangat rawan karena bila kita sering menginstal mengunakan flashdisk maka biasanya umur flashdisk suka tidak akan lama, jadi Installasi menggunakan LAN ini tentunya sangat epektif kita hanya bermodal kabel jaringan dengan file iso sistem oprasi jadi lebih murah tentunya, dan kita juga bisa menginstal lebih dari satu unit komputer/laptop
dengan menambahkan lagi satu perangkat HUB/Switch.
  Supaya untuk menghemat waktu kita langsung praktikan .



Software yang dibutuhkan (Pendukung) :
  • ISO WiindowsXP/7/8
  • PXE-WIN (Silahkan di download ini yang langsung jalan dulu untuk sementara pwd= muhammadhilmiahadiat)
  • Daemon tools lite
Perangkat yang dibutuhkan (Pendukung) :
  • 1 unit Komputer/Laptop (berfungsi sebagai server yang memberikan layanan)
  • Kabel jaringan UTP/STP
  • HUB/Switch (bila kita akan menginstal lebih dari satu komputer/Laptop)

Topologi jaringan komputer :





oke sekarang kita coba menggunakan topologi yang peer to peer diharapkan anda sudah memasang kabel jaringan ke komputer client dan mensetting ip server secara manual/static.

  • Setting Server di Windows 7
  1. Pertama kita harus membuka port yang akan di gunakan oleh PXE-WIN didalam Firewall caranya cukup mudah pertama masuk ke start->Control Panel->System and Security->Windows Firewall->Allowd Program , lalu checklist DNS PORT sama File and Printer Sharing seperti gambar di bawah ini :
  2.  Install PXE-WIN cukup mudah tinggal next next saja sama halnya seperti menginstal program biasanya, pada saat proses installasi, maka installer akan otomatis menjalankan perintah untuk membuka port  pada firewall tapi kadang juga suka ada port yang belum terbuka (TFTP port 69,DHCP port 67/68, DNS port 53) tampilan awalnya seperti berikut : 
  3. Setelah instllasi beres langkah selanjutnya mengecek IP Aaddress yang sudah kita setting di cmd tampilannya seperti berikut bila sudah di setting :
  4.  Sekarang coba buka Tftpd32 secara default PXE telah terseting , yang perlu dilakukan sekarang adalh mensetting DHCP Server , fungsi DHCP disini supaya komputer client mendapatkan IP Address secara otomatis caranya cukup mudah setelah kita membuka Tftpd32 coba masuk ke Setting->DHCP bisa di sesuaikan dengan gambar berikut kalo beres klik Ok kemudian Close dulu lalu buka lagi programnya:
  5. Menyiapkan media Installasi bila filenya berbentuk .iso maka kita bisa membukanya dengan Daemon tools lite bila belum ada aplikasinya bisa di install terlebih dahulu setelah beres di install biasanya minta komputer minta di restart, bila komputer sudah di restart aktifkan kembali Tftpd32 kemudian mount image menggunakan daemon tools lite tahapannya seperti gambar berikut :





  6. Sekarang coba nyalakan komputer Client dan coba setting ke BIOS lalu Enabel kan Boot LAN nya setelah itu Boot via LAN , ingat tiap settingan BIOS berbeda-beda jadi di sesuaikan saja PC/Laptop masing-masing, jika sudah berjalan di mode boot LAN maka tampilanya akan seperti berikut :

  7. Dilihat dari sisi Server ketika sedang meneransfer image boot.wim ke PC clientjangan tutup proses boot yang sedang berjalan ini tampilannya seperti gambar berikut :
  8. Jika proses booting sudah selesai pada Client maka akan masuk ke lingkungan Windows Preinstallation Environment (WinPE) Versi 3.0 berbasis kernel Windows 7 32bit ,yang akan tampil pertamakali yaitu DOS/CMD seperti gambar berikut :
     
  9. Cek Network Card pada sisi client didalam cmd dengan menggunakan perintah ipconfig, jika Network Card belum terdeteksi drivernya anda bisa install deriver jaringannya seperti tahapan di bawah ini :

     Jika IP address belum terisi otomatis bisa kita ketikan ipconfig /renew.
  10. Sekarang saatnya pemanggilan drive yang sudah kita share tadi di Server disini saya akan menginstall windows 7 ikuti seperti gambar di atas ingat sesuaikan drive/nama yang sudah kita share tadi berikut gambarnya :
  11. Kemudian untuk masuk ke mode expoler GUI kita cukup ketikan jelajah didalam cmd maka akan tampil seperti berikut :
  12. Kemudian doble klik pada setup.exe maka akan tampil seperti tampilan pada saat kita mau instalasi windows 7 tampilannya seperti berikut :
  13. Untuk selanjutnya instalasi seperti biasa yang anda lakukan seperti di cd /usb.





Selesai sudah Install SO Windows 7 melalui jaringan/LAN.

Semoga apa yang saya sampaikan bisa membantu dalam pekerjaan anda,

sumber

T-SQL : Cara Lain Untuk INNER JOIN Table Tanpa Menggunakan Kata INNER JOIN

Hi,,, saya akan memberitahu suatu cara unik untuk melakukan INNER JOIN Table tanpa harus menggunakan kata kata INNER JOIN, penasaran ? atau ada yang sudah tahu caranya ? ok sebelumnya saya sudah kupas tuntas tentang INNER JOIN DISINI. Cara lain yang saya maksud adalah :
SELECT A.KODE_BARANG, A.NAMA_BARANG, A.KODE_GROUP, B.NAMA_GROUP, A.KODE_SUPPLIER, C.NAMA_SUPPLIER
FROM BARANG AS A,GROUP_BARANG AS B, SUPPLIER_BARANG AS C
WHERE A.KODE_GROUP = B.KODE_GROUP AND A.KODE_SUPPLIER=C.KODE_SUPPLIER

Jadi intinya, INNER JOIN cukup diganti dengan koma dan ON nya diganti dengan WHERE. Secara teori adalah seperti ini :
SELECT A.*, B.*, C.*, D.* FROM
TABLE1 AS A, TABLE2 AS B, TABLE3 AS C, TABLE4 AS D
WHERE A.KODE=B.KODE AND A.KODE2=C.KODE2 AND A.KODE3=D.KODE3
Ini sama dengan :
SELECT A.*, B.*, C.*, D.* FROM
TABLE1 AS A INNER JOIN TABLE2 AS B ON A.KODE=B.KODE
INNER JOIN TABLE3 AS C ON A.KODE2=C.KODE2
INNER JOIN TABLE4 AS D ON A.KODE3=D.KODE3

Ini hanya berlaku pada INNER JOIN dan CROSS JOIN saja, tidak bisa untuk RIGHT / LEFT JOIN, Selamat mencoba !

sumber